Safety Shoes

Facebook

Panduan Keselamatan Kerja Prakarya

Related image

Semua jenis pekerjaan tentunya memiliki resiko akan terjadinya kecelakaan maupun cedera, tidak terkecuali juga untuk para pekerja seni atau prakarya. Oleh karenanya kita harus selalu siaga untuk hindari terjadinya banyak hal yg tidak diinginkan. Terdapat banyak hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan untuk meminimalisir atau bahkan menghapuskan peluang kecelakaan atau cedera dalam bekerja.

Setiap tipe pekerjaan akan hadapi peluang yang berbeda, baik dalam frekwensi maupun kemampuannya, demikian juga dengan beberapa pekerja prakarya. Karena itu menghindar dan perlakuannya akan berbeda. Untuk Anda beberapa pekerja prakarya, berikut ini yakni beberapa langkah keselamatan kerja prakarya yang dapat diikuti :

Memakai alat pelindung diri 
Apapun tipe pekerjaannya, alat pelindung diri atau alat safety yakni hal utama yang perlu diperhatikan. Seperti namanya, perlengkapan ini memiliki manfaat sebagai pelindung tubuh dari bermacam peluang ekcelakaan atau cedera yang mungkin terjadi. Ada sangat banyak tipe alat pelindung diri dimana setiap jenisnya memiliki bentuk dan manfaat berbeda pada satu dengan yang lain. Seperti misanya sarung tangan bikin perlindungan tangan, safety herness bikin perlindungan tubuh, safety helm bikin perlindungan kepala, sepatu safety online bikin perlindungan kaki dll. Untuk peroleh perlindungan maksimal, gunakan alat safety sama seperti kepentingan dan tipe pekerjaan yang dilakukan.

Memakai peralatan yang terstandard 
Gunakan alat-alat terstandard yang selain memiliki fitur keamanan dan keselamatan akan berikan hasil kerja yang lebih optima. Sebelumnya memutuskan untuk membelinya, kenali dengan baik bagaimna fitur dari semasing alat, pastikan untuk memilih alat yang memasukkan fitur keselamatan dan keamanan penggunanya.

Memakai bahan yang aman 
Selain peralatan, pemilihan bahan juga harus diperhatikan. Dalam system prakarya, pastinya akan ada objek utama yang di sistem, inilhah waktu lalu disebutkan sebagai bahan.

Siapkan P3K 
P3K bertindak sebagai perlakuan saat terjadi kecelakaan kerja. Ini yaitu piranti yang sangat penting dan harus ada. Tentang kelengkapannya menyesuaikannya dengan peluang kecelakaan yang mungkin terjadi, misalnya luka sayat pisau, maka P3K harus terdiri dri kapas, pembersih luka, obat merah, plester dll.

Tahu standard operational procedure 
Seperti pekerjaan yang lain, dalam kerja prakarya, juga terdpat SOP atau standard operation procedur yang perlu diikuti, baik dalam penggunaan peralatan maupun dalam pemrosesan bahan. Dengan ikuti SOP maka peluang kecelakaan atau cedera akan minimalisir atau bahkan dijauhi.

Tatacara Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Image result for Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Dalam kegiatan kita sehari-hari kerapkali kita kontak dengan bahan beresiko dan beracun (B3) serta membuahkan limbah B3. Hal semacam ini bukan sekedar terjadi ditempat kerja saja namun dapat pula dirumah ataupun sekitar lingkungan. Sebelumnya selanjutnya bagaimana kita menanggapi hal semacam ini, sesungguhnya apakah yang disebut dengan B3 dan limbah B3 itu?

Bahan Beresiko dan Beracun (B3) yaitu bahan yang karena karakter dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik dengan cara langsung ataupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup yang lain (berdasar pada PP No 74 th. 2001 mengenai Pengelolaan B3)

Limbah Bahan Beresiko dan Beracun (LB3) yaitu sisa suatu usaha dan atau aktivitas yang mengandunng bahan beresiko dan atau beracun yang karena karakter dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik dengan cara segera ataupun tidak segera, dapat mencemarkan dan atau mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup yang lain (berdasar pada PP No 85 th. 1999 mengenai Pengelolaan Limbah B3)

Dari kedua pengertian diatas kita dapat dengan sendirinya mengkategorikan sebuah bahan yang kita pakai atau kita hasilkan dari aktivitas kita termasuk B3 atau bukanlah. Ketika kita bicara mengenai B3 dan limbah B3, kita tidak dapat mengidentikan dengan bahan yang berbentuk toksin saja. Karena berdasar pada PP No 74 th. 2001 B3 diklasifikan sebagai bahan berikut ini : mudah meledak (explosive), pengoksidasi (oxidising), sangat mudah sekali menyala (extremely flammable), sangat mudah menyala (highly flammable), mudah menyala (flammable), sangat sangat beracun (highly toxic), sangat beracun (highly toxic), beracun (toxic), beresiko (harmful), korosif (corrosive), berbentuk iritasi (irritant), beresiko untuk lingkungan (dangerous to the environment), karsinogenik (carcinogenic), teratogenik (teratogenic), mutagenik (mutagenic). Dan berdasar pada PP No 85 th. 1999 klasifikasi limbah B3 yaitu bahan yang mudah meledak, mudah terbakar, reaktif, beracun, mengakibatkan infeksi dan korosif.

Setelah kita ketahui mengenai pengertian dan klasifikasi dari B3 dan limbah B3, kita tak perlu takut untuk bekerja dengan beberapa bahan itu. Pada saat kita memperlakukan beberapa bahan itu sesuai ketentuan yang berlaku selama itu pulalah kita dapat menyingkirkan peluang terburuk yang akan nampak. Mengenai tatacara yang benar dalam memperlakukan B3 ataupun limbah B3 yang benar yaitu sbagai berikut :

1. ketahui dengan apa kita bekerja atau apa yang kita hasilkan dari pekerjaan kita untuk meyakinkan kita memperlakukannya dengan benar
2. pakai alat pelindung diri yang dibutuhkan seperti sepatu safety dan lainnya
3. gunakan indentitas (lambang dan label) pada beberapa bahan itu untuk menyingkirkan salah pemakaian
4. letakkan bahan/limbah itu pada tempat yang seharusnya
5. buang sisa maupun paket bahan itu sesuai ketentuan yang berlaku
6. jangan sampai melakukan pencampuran beberapa bahan itu dengan cara serampangan
7. khusus untuk pengelolaan limbah B3 terdapat hal penambahan yang perlu di perhatikan yakni :

a. Limbah B3 yang dibuat hanya bisa di proses oleh pihak yang memang telah memperoleh ijin dari KLH
b. Melaporkan kemampuan pengelolaan limbah B3 minimum setiap 3 bln. ke lembaga yang ditunjuk
c. Melakukan penyimpanan limbah B3 optimal 90 hari ditempat penyimpanan sesaat yang berijin

Dengan melakukan perlakuan yang benar pada B3 dan LB3 kita telah ikut menyelamatkan diri dan lingkungan pada efek yang dapat muncul. Mudah-mudahan sedikit tulisan ini berguna.

Tips Keselamatan Kerja di Area Dapur

Image result for keselamatan kerja didapur

Objective : untuk melindungi keselamatan kerja dan mencegah sekecil mungkin terjadinya accident di arel kerja

Pemicunya dan mencegahnya :

1. Lantai : harus kering, bebas dari barang perintang, alat dapur yg tidak terpakai di pindahkan/di atur rapi. Disarankan menggunakan sepatu safety online untuk menghindari slip atau terpeleset.

2. Mesin ex : slicing/chopping mesin
Janganlah memakai bila belum tahu cara penggunaannya, katup pengaman harus terpasang dengan baik, janganlah memasukkan tangan untuk menghimpit barang yang dipotong, janganlah buka pengaman apabila mesin tengah on, apabila bersihkan cabut kontak listriknya.

3. Pisau
Gunakan dengan harusnya, harus selalu tajam sebab apabila tumpul semakin lebih beresiko, pakai alas apabila memotong suatu hal, taruh/menyimpan pisau ditempat yang mudah terlihat ex : simpan dalam satu container yang diisi air, janganlah mengambil pisau yang jatuh tiba – tiba

4. Barang pecah – belah
Janganlah mengambil es dengan gelas sebab apabila terjadi keadaan dari hangat ke dingin dengan cara tiba – tiba maka dapat menyebabkan gelas pecah dalam pengambilan kita, buka tutup botol dengan alat yang sesuai

5. Daging dan ikan
Baiknya di potong dalam kondisi lembek sebab ketika beku tulangnya jadi keras dan bila tertusuk tangan dapat mengakibatkan infeksi

6. Luka bakar
Di untuk jadi dua : 1. luka bakar kering ex : di sebabkan oleh pan yang panas/tray yang panas, sengatan oven, dan 2. luka bakar basah ex : uap dan air panas

Mencegah yaitu :
- Gunakanlah afron dengan harusnya untuk hindari cipratan minyak panas maupun air panas
- Pakai lap kering pada saat mengambil barang panas
- Janganlah menyimpan cairan diatas pandangan mata
- Apabila menggoreng tinggi minyak 2/3 daripada kemampuannya untuk hindari agar tidak meluap (over load), janganlah memasukkan bahan yang terlalu basah, memasukkan bahan sedikit untuk sedikit, siapkan selalu skimmer/strainer.

Budaya K3 dalam Praktikum Kimia

Related image

Praktikum Kimia ialah praktikum yang dikerjakan di laboratorium kimia dengan aktivitas yang sebagian besar melibatkan bahan kimia. Bahan kimia terbagi dalam beragam macam dengan karakter yang sangat beragam dan bahkan juga beberapa salah satunya banyak yang memiliki resiko bahaya. Untuk hindari bahaya bahan kimia sebaiknya beberapa mahasiswa dapat mengerti dan mengimplementasikan budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di laboratorium kimia.

Ketrampilan bekerja di laboratorium dapat didapat mahasiswa melalui aktivitas praktikum. Makin sering dan serius mahasiswa bekerja di laboratorium maka mereka akan makin trampil. Ketrampilan ini sangat diperlukan untuk mensupport kelancaran riset pekerjaan akhir atau bahkan juga sebagai penunjang kelancaran pekerjaan jika telah terjun ke dunia kerja suatu saat kelak. Mahasiswa, Laboratorium, dan praktikum seakan jadi suatu kesatuan yg tidak terpisahkan. Di segi lain laboratorium adalah tempat yang sangat mengerikan. Karena didalam laboratorium diisi beragam alat dan bahan kimia yang sangat mungkin menyebabkan bahaya. Peluang bahaya tersebut di antaranya yaitu akibat ada beberapa bahan kimia yang berbentuk karsinogenik (dapat mengakibatkan kanker) baik karena uapnya atau karena paparan bahan tertentu di kulit, bahaya kebakaran, bahaya keracunan, dan pontensi bahaya yang lain. Di samping hal semacam itu orang yang bekerja di laboratorium (praktikan, laboran, dan yang lain) dihadapkan pada pekerjaan dengan kemungkinan yang besar, yang karena sebab dalam setiap percobaan dipakai :

1. Bahan kimia yang memiliki karakter mudah meledak, mudah terbakar, korosif, karsinogenik, dan beracun.
2. Alat-alat gelas yang mudah pecah dan dapat tentang badan kita.
3. Alat-alat listrik seperti : kompor listrik, oven, lampu pemanas, lampu UV dan lain sebagainya, yang mengakibatkan terjadinya sengatan listrik.
4. Penangas air atau minyak yang bersuhu tinggi yang bisa terpercik.

Untuk hindari kecelakaan kerja yang mungkin terjadi, mahasiswa sebaiknya memakai alat perlindungan diri sesuai ketetapan. Pada tabel berikut dihidangkan beberapa contoh alat perlindungan diri. Untuk melakukan praktikum kimia, mahasiswa minimum harus memakai jas laboratorium lengan panjang dan kacamata pelindung (gogle).

Ada potensi bahaya ini tidak harus ditakuti terlalu berlebih dengan selalu hindari aktivitas praktikum atau berbentuk pasif didalam setiap acara praktikum. Tetapi kita harus melakukan tindakan lebih aktif dan mencari tahu setiap potensi bahaya yang bisa muncul didalam laboratorium agar kita selalu siaga dan waspada dalam setiap aksi agar selalu terlepas dari setiap bahaya yang bisa terjadi setiap saat.

Beberapa hal yang semestinya kita kerjakan ketika bekerja di laboratorium diantaranya yaitu :

1. Step persiapan 

- Tahu dengan cara tentu (tepat dan akurat) apa yang akan ditangani pada acara praktikum, dengan mambaca panduan praktikum, tahu maksud dan cara kerja dan bagaimana data percobaan akan didapat, tahu beberapa hal atau aksi yang perlu dihindarkan, misalnya menghindari bahan yang mudah terbakar dengan sumber api, buang sampah dan limbah praktikum pada tempat yang sudah ditetapkan dsb.
- Tahu beberapa karakter bahan yang akan dipakai apakah berbentuk mudah terbakar, berbentuk toksin, karsinogenik atau membahayakan dsb, hingga dapat terlepas dari potensi bahaya yang bisa diakibatkan berbahan kimia yang dipakai.
- Tahu alat dan bagaimana merangkai alat dan cara kerja alat yang akan dipakai.
- Menyiapkan perlengkapan pelindung badan seperti, jas laboratorium berwarna putih lengan panjang, kacamata gogle, sarung tangan karet, sepatu safety, masker, dsb sesuai keperluan praktikum.

2. Step pelaksanaan 

- Kenakan perlengkapan pelindung badan dengan baik.
- Mengambil dan mengecek perlengkapan dan bahan yang akan dipakai.
- Merangkai alat yang dipakai dengan tepat, dan mengambil bahan kimia seperlunya. Pemakaian bahan kimia JANGAN SAMPAI BERLEBIHAN karena dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.
- Buang sisa percobaan pada tempatnya sesuai sama karakter sisa bahan yang dipakai.
- Bekerja dengan teratur, tenang dan telaten, tulis data-data yang diperlukan.

3. Step pasca pelaksanaan 

- Kembalikan perlengkapan dan bahan yang dipakai sesuai posisi awal mulanya.
- Hindari bahaya yang mungkin terjadi dengan mematikan perlengkapan listrik, kran air, tutup tempat bahan kimia dengan rapat (dengan tutupnya awal mulanya).
- Bersihkan tempat atau meja di mana kalian bekerja.
- Keluarlah dari laboratorium dengan teratur.

Fakta yang terjadi sampai saat ini, bekerja di laboratorium tidak pernah memerhatikan kemungkinan yang terjadi di laboratorium. Hal semacam ini karena sebab kurangnya pengetahuan kemungkinan atau bahaya bekerja di laboratorium atau kurangnya kesadaran pada kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium.

LIFE JACKETS (Jenis & Macam Jacket Pelampung)

Image result for LIFE JACKETS

Baju pelampung (life jackets) ialah perangkat yang didesain untuk membantu pengguna, baik secara sadar atau dibawah sadar, untuk tetap mengapung dengan mulut dan hidung berada diatas permukaan air atau ketika berada di air. Piranti yang didesain dan di setujui oleh pihak yang berwenang dalam hal semacam ini biro klasifikasi indonesia untuk dipakai oleh sipil dalam rekreasi berlayar, pelaut, seperti, kano, dan lain-lain). Pakaian pelampung yang tidak sama didesain untuk dipakai oleh penumpang dan awak pesawat dari (helikopter, pesawat hawa) dan kapal komersial (kapal menunda, kapal penumpang, feri, kapal laut). Piranti yang dipakai oleh militer (angkatan hawa, pasukan khusus, marinir, angkatan laut, penjaga pantai) dan kepolisian.

Busa steriofoam 
Adalah bentuk pakaian pelampung yang paling simpel, terbuat dari busa steriofoam yang dibungkus di dalam pakaian pelampung. Banyak dipakai sebagai piranti keselamatan kapal, bis air, perahu. Biasanya memakai warna orange agar memudahkan sistem evakuasi apabila terjadi bencana. Biasanya diperlengkapi dengan lampu yang hidup apabila baterainya terendam air dan peluit.

Pelampung balon udara 
Pelambung balon hawa yang diletakkan di dalam pakaian pelampung yang diperkembang dengan menarik penyebab hawa (tabung co2) yang akan isi ruang di dalam pakaian pelampung dan biasanya diperlengkapi dengan peniup manual apabila tabung co2 tidak berperan. Adalah peralatan pesawat terbang standard.

Jenis - Jenis Pelampung, keamanan pada berolahraga yang berhubungan dengan air harus benar - benar juga di perhatikan, salah satu alat keamanan untuk berolahraga maupun aktivitas yang berhubungan dengan air yakni Life Jacket atau Jaket Penyelamat atau dapat juga dimaksud dengan pelampung. Pekerja diwajibkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri saat bekerja untuk menghindar resiko cedera yang lebih membahayakan seperti menggunkan pakaian keselamatan, sepatu safety online, kacamata keselamatan, dan lain sebagainya.

Di sini terdapat 5 jenis Personal Flotation Devices, jaket penyelamat di air untuk perseorangan diliat dari memiliki bentuk.

1. Offshore Life Jacket 

Type type ini memang didesain untuk keadaan perairan terbuka, mengkondisikan daerah muka tetaplah berada diatas karena support 20 pon spon apung. Pada kondisi terpencil yang bisa di pastikan pertolongan akan lambat datang, Jaket ini didesain untuk dapat tahan lama.

2. Near-Shore Vest 

Type classic, biasanya dapat untuk dewasa dan anak-anak. Didesain untuk kondisi air tenang dan tidak berarus. Baiknya pertolongan selekasnya datang.

3. Flotation Aid 

Type ini yang sering dan banyak dipakai oleh orang, memiliki bentuk sangat nyaman, banyak macam, bentuk dan typenya. Type standard ini dapat untuk penyelamatan di perairan yang tenang.

4. Throwable Device 

bantal atau cincin pelampung yang didesain untuk dilempar pada seorang dalam kesusahan. Mereka tidak selama berjam-jam di perairan, tidak dapat berenang atau tidak sadar.

5. Special Use Device 

Disebut juga jaket hybrid (paduan), memakai rompi khusus yang dapat juga dipakai untuk bekerja. Rompi khusus ini dapat memberi perlengkapan tiup untuk mensupport daya apung lebih tinggi.

Menentukan Jenis Safety Shoes Sesuai Dengan Profesi


Image result for Jenis Safety Shoes Sesuai Dengan Profesi
Walaupun jenis sepatu pria tidak sebanyak wanita, namun sepatu itu juga memiliki kegunaan yang sama yakni sebagai alas kaki sekaligus untuk penunjang tampilan. Semua jenis alas kaki yang diperlukan oleh pria dapat diketemukan di lapak jual sepatu on-line keyakinan Kamu hingga semakin dapat menghemat waktu untuk belanja. Salah satu type sepatu yang paling banyak disenangi oleh pria dewasa yaitu sepatu safety shoes yang sering jadikan untuk keselamatan kerja. Dalam dunia jual sepatu, safety shoes sering dipakai sebagai pelindung kaki dari kejatuhan benda berat dan sepatu ini dapat dibagi jadi kelompok-kelompok seperti berikut :

S1 
S1 adalah type safety shoes yang paling umum dan sering dipakai banyaknya pekerja. S1 memiliki pengertian antistatic properties dan ditambah dengan energy absorbed in the heels yang bermakna sepatu memiliki feature steel toe yang berbentuk harus pada safety shoes dan type S1 yaitu jenis sepatu keselamatan yang sering mengedar di market.

S2 
S2 memiliki arti yang sama juga dengan S1 namun diberikan penambahan berbentuk resistance to water penetration dan absorption. Feature yang didapatkan oleh sepatu berjenis S2 yaitu memiliki penambahan sebagai penahan air hingga aliran atau rembesan air tidak dapat masuk dalam sepatu dan tetaplah berikan kenyamanan ketika bekerja. kamu dapat temukan sepatu type ini dengan membelinya ditempat yang jual sepatu safety

S3 
Untuk safety shoes berjenis S3 memiliki feature yang sama juga dengan S2 dengan penambahan berbentuk penetration resistance atau midsole bersama dengan cleated sole yang bermakna di bagian dalam sepatu diberikan sebuah bahan pelapis besi dan baja sampai dapat membuat perlindungan kaki dari benda tajam seperti paku yang dapat menancap dibagian bawah sol dan melukai kaki Kamu.

S4 
Type S4 memiliki feature yang sama dengan S1 namun terbuat dari karet atau polymeric dengan tingkat waterproof hingga dapat tahan dari air dengan tingkat ketahanan sampai 100%. Namun bukanlah berati type S4 yaitu yang paling baik dari type kelompok yang lain karena S4 pada intinya memiliki feature yang sama juga dengan S1 hanya bahan membuatnya saja yang tidak sama.

S5 
Untuk type S5 memiliki jenis dan bentuk yang nyaris sama dengan S4, namun diperlengkapi ada feature penambahan seperti penetration resistance atau midsole dan dengan penambahan cleated sole yang dapat membuat perlindungan kaki dari tusukan benda tajam.

Untuk dapat temukan safety shoes di toko jual sepatu dengan system on-line, maka Kamu harus sesuaikan penentuan sepatu dengan type pekerjaan Kamu seperti berikut :

Heat resistant shoes 
Jenis sepatu safety ini sangat pas dipakai untuk orang yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran dan orang yang bekerja di penambangan mineral karena sepatu memiliki karakter tahan pada api hingga dapat membuat perlindungan kaki dari lantai yang panas ataupun terbakar. Sol khusus yang terdapat di dalamnya dapat tahan pada api yang bersuhu kian lebih 300 derajat celcius hingga sepatu akan tidak meleleh. Nah bila kamu berada di jakarta kamu dapat beli ditempat jual sepatu safety on-line jakarta

Electric Hazard Shoes 
Untuk pria yang bekerja di beberapa tempat dengan kemungkinan aliran listrik tinggi seperti petugas PLN, PLTU, dan tempat yang lain, sangat dianjurkan untuk memakai type electric hazard yang di buat dari sol khusus membuat perlindungan kaki dari aliran listrik yang dapat menyengat. Dapat disebutkan bila type sepatu ini berbentuk isolator yang akan mengalihkan aliran listrik hingga keselamatan dan keamanan dari pekerja akan terbangun dengan baik.

Dengan tahu macam sepatu keselamatan untuk pria, maka diinginkan Kamu dapat memilih type yang sesuai sama profesi pada toko jual sepatu on-line yang terpercaya sampai keselamatan akan terjaga.

Kegunaan Penting Alat Keselamatan Kerja


Related image
Alat keselamatan kerja atau alat pelindung diri (APD) yaitu kewajiban untuk semua pekerja baik di darat ataupun di laut yang memiliki kemungkinan pada kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Alat keselamatan kerja ini dapat menghindar dan kurangi bahaya yang dapat muncul saat melakukan pekerjaan. Indonesia memiliki basic hukum yang mengulas tentang standard keselamatan kerja ini. Yakni Undang Undang no 1 th 1970 pasal 14c yang berisi tentang ketetapan kalau Pengurus diharuskan sediakan semua alat pelindung diri dengan cara hanya – hanya dan sediakan untuk pengunjung yang masuk lokasi kerja itu diperlengkapi dengan panduan – panduan yang diperlukan sesuai pakar k3 atau pengawas yang tengah bertugas.

Menurut Undang – undang itu, sumber bahaya ditempat kerja dapat berbentuk kondisi mesin/alat kerja yg tidak layak gunakan atau terjadi rusaknya hingga dapat menyebabkan sebuah kecelakaan. Lingkungan kerja, karakter pekerjaan, sistem produksi yg tidak penuhi standard operasional yang beresiko untuk menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu sebuah alat keselamatan kerja memiliki manfaat vital pada keamanan diri dan tidak bisa diremehkan. Ragu pada pelanggaran tentang penggunaan alat keselamatan dapat berbentuk teguran, peringatan tercatat, pembatasan aktivitas usaha, penghentian produksi, sampai pencabutan izin usaha oleh Pemerintah. oleh karena itu, kita harus memahasi semua alat keselamatan kerja dan manfaatnya untuk terproteksi dari bahaya saat bekerja.

Lalu apa sajakah alat keselamatan kerja dan manfaatnya? alat keselamatan kerja digunakan membuat perlindungan semua badan. Macamnya sangatlah banyak mulai dari pelindung kepala seperti helm yang memiliki manfaat sebagai pelindung dari panas, percikan dari atas, kejatuhan benda, bentrokan benda keras dan yang lain. Helm yang digunakan harus penuhi prasyarat– prasyarat tertentu seperti tahan pada bentrokan, tidak mudah terbakar api, tahan dengan cuaca ekstrim, tidak menghantarkan aliran listrik, dan mudah dibersihkan. Alat keselamatan kerja untuk bagian kepala yang lain yaitu Eye guard. Alat ini digunakan membuat perlindungan mata dari pecahan– pecahan material, percikan bahan korosif, debu dan partikal – partikel kecil yang lain yang melayang di ruang kerja. Keselamatan mata harus di perhatikan mengingat mata yaitu indera yang digunakan untuk lihat. Kaca mata ini digunakan ketika mengelas, uji coba bahan kimia, atau saat menggerinda. Eye guard ini dapat dipadukan dengan alat pelindung telinga. Yakni alat yang digunakan membuat perlindungan telinga dari suaran bising, percikan api atau logam.

Alat keselamatan kerja dan manfaatnya untuk pernapasan

Membuat perlindungan alat pernapasan, dapat memakai respirator. Manfaat respirator yaitu menyaring hawa yang masuk ke paru – paru. Hawa yg tidak sehat ini dapat berbentuk gas, uap, asap, debu atau zat kimia beracun. Untuk Perlingungan tangan beberapa pekerja dapat memakai sarung tangan membuat perlindungan tangan dari paparan bahan kimia, benda yang panas/dingin, benda permukaan kasar atau tajam. Sesaat untuk perlindungan bagian kaki seorang memakai sepatu safety, manfaatnya membuat perlindungan kaki dari benda jatuh, cairan, dan tusukan benda dari bawah. Semua alat keselamatan kerja di atas dapat kamu peroleh di bromindo. Prinsip kami yaitu selalu untuk jadi yang paling depan dalam sediakan alat keselamatan dan keamanan kerja dimana saja kamu berada.